Translate

Sabtu, 16 Mei 2020

MEMBACA SEJARAH IDE

MEMBACA SEJARAH IDE

Suatu ketika ditahun 2004, setelah memimpin Pemerintahan Desa Mojosari sekitar 2 tahunan, Bapak Petinggi Hariyadi dan Bapak Sekretaris Desa Taufik Handayani, B.Eng. berkunjung ke kampung Selatan tepatnya di Dukuh Gunung Sebulan dan bertemu dengan Kepala Kampung yang sudah sepuh Bapak Sutriyani (kini almarhum), Mereka bertiga berkeliling untuk melihat keadaan sekaligus memastikan pengecekan perbatasan desa dan tanah bengkok desa.

Saat istirahat setelah berkeliling merekapun istirahat melepas lelah di bawah pohon yang bertahan hidup dilahan tandus salah satu tanah bengkok desa.

 

Dari obrolan santai mereka lalu Pak Sutriyani (yang bernama asli SAHMIN), mengutarakan tentang keinginan terbesar/mimpinya bahwa apabila desa Mojosari nanti punya uang, agar lembah yang membentuk sungai mati di dekat mereka istirahat tersebut; dibuatkan bendungan  atau dam yang sekarang banyak dikenal atau diategorikan sebagai embung untuk menampung air hujan, sehingga diharapkan setelah menjadi waduk akan dapat menjadi sumber mata air bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar sebagai sumber air minum yang masih susah didapatkan saat itu dan mengairi lahan tandus tadah hujan, sehingga kehidupan masyarakat khususnya di dukuh Gunung Sebulan bisa lebih baik dan bisa terentas dari kemiskinan.@sanglong









Lembah Sanglong






 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar